Text
Pengaruh Penambahan Biopolymer CMC Eceng Gondok Terhadap Thickening Time, Compressive Strength dan Shear Bond Strength Semen Pemboran
Semen pemboran merupakan komponen krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas yang berfungsi untuk mengikat casing dengan formasi serta mencegah migrasi fluida antar zona. Salah satu parameter penting dalam keberhasilan penyemenan adalah kekuatan ikatan antara semen dan casing yang dinyatakan melalui nilai shear bond strength. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penambahan biopolimer karboksimetil selulosa (CMC) berbasis eceng gondok terhadap shear bond strength semen pemboran kelas G. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. CMC disintesis dari eceng gondok melalui proses alkalisasi dan karboksimetilasi, kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui kualitasnya. Selanjutnya, CMC ditambahkan ke dalam slurry semen dengan variasi konsentrasi 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3% BWOC. Pengujian shear bond strength dilakukan setelah proses curing pada suhu 140 ? sesuai standar pengujian semen pemboran. Data hasil pengujian dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi CMC terhadap kekuatan ikatan geser semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC eceng gondok memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai shear bond strength semen pemboran. Nilai shear bond strength meningkat seiring bertambahnya konsentrasi CMC hingga mencapai nilai optimum pada konsentrasi 0,2%, yang menunjukkan peningkatan kualitas rheologi semen dibanding konsentrasi lainnya. Namun, pada konsentrasi CMC yang lebih tinggi, yaitu 0,3%, terjadi penurunan nilai shear bond strength akibat efek over-retardation dan terganggunya proses hidrasi semen.
No other version available