Text
ANALISIS PENGARUH TEKANAN INJEKSI, KEDALAMAN INJEKSI, DAN JUMLAH INJEKSI GAS TERHADAP LAJU ALIR MINYAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE INTERMITTENT DAN CONTINUOUS GAS LIFT DI SUMUR X DAN SUMUR Y LAPANGAN Z
Penurunan tekanan reservoir menyebabkan sumur tidak lagi mampu memproduksikan fluida secara optimal sehingga diperlukan metode pengangkatan buatan seperti gas lift. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah gas injeksi dan kedalaman injeksi terhadap laju produksi pada Sumur X menggunakan metode intermittent gas lift dan Sumur Y menggunakan continuous gas lift di Lapangan Z. Analisis dilakukan menggunakan Software Pipesim melalui simulasi nodal analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah gas injeksi dapat meningkatkan laju produksi hingga mencapai kondisi optimum sebelum terjadi over-injection. Laju alir maksimum pada Sumur X diperoleh sebesar 720 STB/d pada kedalaman injeksi 4050–4260 ft dengan jumlah gas injeksi sekitar 2,5 MMSCF/d yang meningkatkan hasil produksi sebesar 9,27% dari kondisi awal, kemudian Sumur Y diperoleh laju alir optimum sebesar 1404,6 STB/d pada kedalaman injeksi 4260 ft dengan jumlah gas injeksi 5 MMSCF/d dan memperoleh peningkatan laju alir yang paling optimum sekitar 75,58%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi jumlah gas dan kedalaman injeksi berpengaruh terhadap peningkatan produksi fluida pada sumur
No other version available