Text
INVESTIGASI GEOMORFOLOGI TEKTONIK DAN GEOLOGI STRUKTUR DI DAERAH KOTA KINABALU HINGGA, RANAU, SABAH, MALAYSIA
Daerah penelitian berada di Daerah Kota Belud hingga Kundasang, Ranau, yang berada di Pulau Borneo yang memiliki stigma aman secara tektonik. Namun minim penelitian mengenai geomorfologi tektonik, seismisitas, rekahan permukaan, estimasi Moment magnitude (Mw) gempa di masa mendatang yang dikombinasikan dengan data geologi lapangan menciptakan celah pengetahuan yang signifikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini bertujuan menyusun pemetaan geomorfologi tektonik, melakukan analisis aktivitas seismik, dan menyusun peta neotektonik berbasis data lapangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan integratif, memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui perekaman bukti deformasi di lapangan. Sedangkan data sekunder dilakukan di studio dengan menggunkan aplikasi seperti ArcGIS, GeoMapapp, FaultKin, dan GeoRose. Hasil analisis geomorfologi tektonik diidentifikasi terdapat 36 segmen sesar dan 29 lembah struktural bertipe fault branch, releasing bend, dan fault termination. Analisis seismisitas menunjukkan dominasi sesar geser mengiri (sinistral) dan normal dengan arah jurus baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Potensi kekuatan gempabumi di masa depan diestimasi berkisar antara magnitudo terkecil 6,1 Mw hingga magnitudo terbesar 6,5 Mw. Bukti deformasi lapangan berupa punggungan yang tegak lurus jalur sesar, triangular facet hasil pergerakan Kundasang Fault (KF), lipatan berjenis close plunging inclined dan close upright horizontal fold, zona hancuran pergerakan Kituntul Fault (KtF), longsoran hasil pergerakan Nabutan-Paginatan Fault (NPF) dan Belud-Nabalu Fault (BNF). Selain itu, Geomorfologi puncak Gunung Kinabalu dikontrol oleh lipatan antiklin dan deformasi sesar geser yang membentuk flower structure. rekahan permukaan (ground fissure) hasil pergerakan Nabutan-Paginatan Fault (NPF), Kundasang Fault (KF), dan Belud – Nabalu Fault (BNF). Interaksi sistem Belud Nabalu Fault (BNF) dan Telipok - Kinabalu Fault (TKF) berperan dalam membentuk morfologi lembah melalui mekanisme geser dan ekstensi. Pemodelan strain ellipsoid riedl shear menunjukkan pergeseran kompresi murni (pure shear compression). Integrasi data geomorfologi tektonik dan seismik ini menegaskan tingginya aktivitas tektonik serta urgensi mitigasi bencana di kawasan lembah padat penduduk yaitu Bongol Valley (BgV), Kokol Valley (KoV), dan Sepanggar Valley (SV) di sepanjang jalur Telipok - Kinabalu Fault (TKF).
No other version available