Text
Analisis Tipe dan Fasies Airtanah Dangkal serta Karakteristik Litologi Daerah Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau
Daerah Mengkirau merupakan wilayah pesisir yang berada berdekatan dengan Selat Asam yang didominasi oleh endapan gambut dan lempung, sehingga rentan terhadap permasalahan kualitas airtanah dangkal. Airtanah di daerah penelitian memiliki karakteristik menunjukkan warna kuning hingga cokelat kemerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran ion mayor, tingkat intrusi air laut berdasarkan ion mayor, tipe airtanah dangkal, fasies airtanah, litologi bawah permukaan, dan hubungan tingkat intrusi air laut, tipe dan fasies airtanah serta litologi bawah permukaan daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel airtanah dangkal, analisis kimia ion mayor, penentuan tipe airtanah menggunakan diagram Stiff, penentuan fasies airtanah menggunakan diagram Trilinear Piper, serta pengamatan litologi bawah permukaan menggunakan metode hand auger. Hasil penelitian menunjukkan untuk tingkat intrusi air laut yaitu 4 stasiun (25%) tidak terdapat pengaruh air asin, 1 stasiun (6%) pengaruh air asin kecil, 4 stasiun (25%) pengaruh air asin sedang, 6 stasiun (38%) pengaruh air asin cukup besar, 1 stasiun (6%) pengaruh air asin besar dengan hasil nilai perbandingan ion natrium dan klorida, didapatkan bahwa sumber klorida berasal dari aktivitas antropogenik dengan nilai 69% dan pengaruh dari intrusi air laut sebesar 31%. Tipe airtanah yang dominan adalah Na–Cl (88%), dengan variasi tipe lain berupa Na–HCO? (6%) dan Na–SO? (6%). Fasies airtanah yang berkembang meliputi fasies Na?+K? (19%), Cl?+SO?²? (25%), serta Na?(K?)–Cl?(SO?²?) (56%), yang menunjukkan pengaruh kombinasi antara intrusi air laut, aktivitas antropogenik, serta proses pertukaran ion dan interaksi airtanah–batuan. Analisis logbor litologi bawah permukaan menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki 2 litologi yakni lempung dan gambut. Litologi lempung mendominasi yang terdapat pada 10 stasiun sebesar 69%, gambut terdapat pada 5 stasiun dengan nilai 25%, serta 1 stasiun dengan litologi gambut bercampur lempung dengan nilai 6%.
No other version available