Text
KAJIAN GEOLOGI STRUKTUR DAMPAK PERGERAKAN SESAR BERDASARKAN ANALISIS GEOMORFOLOGI TEKTONIK DAN SEISMISITAS DAERAH MARUDU HINGGA PITAS, SABAH, MALAYSIA
Daerah penelitian berada di Daerah Marudu hingga Pitas, Sabah, yang merupakan bagian dari Pulau Borneo yang dianggap stabil sebelumnya. Penelitian tektonik dan seismisitas di Pulau Borneo, masih tergolong terbatas baik dari segi kuantitas maupun kualitas data. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menekankan pada aspek geologi regional, stratigrafi, sementara kajian yang secara khusus membahas aktivitas tektonik aktif masih relatif jarang. Selain itu, ketiadaan peta geomorfologi tektonik, seismisitas, skenario gempabumi yang detail menciptakan kesenjangan pengetahuan. Oleh karena itu, penulis termotivasi melakukan penelitian mengenai geomorfologi tektonik, analisis seismisitas, dan penyusunan peta neotektonik berbasis data lapangan. Metode dalam penelitian ini memadukan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer dianalisis di studio menggunakan berbagai perangkat lunak, seperti ArcGIS untuk pemetaan geomorfologi tektonik, GeoMapApp untuk pemetaan seismisitas, serta penerapan rumus prediksi Moment magnitude (Mw) guna menyusun peta skenario gempa bumi. Penelitian ini menghasilkan output berupa peta geomorfologi tektonik, peta seismisitas, dan peta skenario gempa bumi, yang dilengkapi dengan dokumentasi foto lapangan terkini. Geomorfologi tektonik daerah penelitian menunjukkan perkembangan 9 zona regim utama dengan dikontrol oleh 11 sesar utama. Bentuklahan yang dominan berupa lembah struktural, dengan total 45 lembah dan 12 lembah besar yang padat penduduk, yang terbentuk akibat aktivitas sesar. Secara umum, rezim tektonik didominasi oleh sesar geser menganan (dekstral) berarah baratlaut–tenggara. Seismisitas yang direkomendasikan oleh Geomapapp sangat minim, penulis memberikan 11 nilai rekomendasi Centroid Moment Tensor yang sangat penting untuk memberikan informasi parameter sesar. Hasil perhitungan potensi Moment magnitude 5,7 Mw – 6,4 Mw diklasifikasikan gempabumi sedang – kuat. Potensi terbesar gempabumi dihasilkan oleh Tinduk – Taginambor Fault (TTF). Bukti deformasi lapangan memperkuat aktivitas tektonik aktif, ditunjukkan oleh keberadaan punggungan, triangular facet, lipatan, offset perlapisan dan offset vein, serta longsoran. Analisis Strain Riedl Shear dari sesar Taritipan – Sulu (TSF) menghasilkan kombinasi pergeseran simpel komposit dan komperesi murni (composite simple shear and compressive pure shear).
No other version available