Text
PEMETAAN KUALITAS FISIKA-KIMIA AIR TANAH DANGKAL DAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN PANGKALAN SESAI, KECAMATAN DUMAI BARAT, KOTA DUMAI, PROVINSI RIAU
PEMETAAN KUALITAS FISIKA-KIMIA AIR TANAH DANGKAL DAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN PANGKALAN SESAI, KECAMATAN DUMAI BARAT, KOTA DUMAI, PROVINSI RIAU OMARDO MANUNDA Program Studi Teknik Geologi SARI Pangkalan Sesai adalah salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Dumai. Kawasan ini merupakan daerah padat penduduk, terdiri dari rawa-rawa yang terkena pasang surut air laut sehingga kemungkinan intrusi air laut menyebabkan air tanah menjadi payau, bau dan berwarna coklat kemerahan. Namun, masyarakat tetap menggunakan air tanah dangkal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, padahal air yang layak digunakan harus memenuhi persyaratan tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan memenuhi persyaratan kimia lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan arah aliran air tanah dangkal, mengetahui distribusi kualitas air tanah dangkal berdasarkan parameter fisika dan kimia, mengetahui kelayakan kualitas air tanah dangkal serta menentukan tingkat intrusi air laut di wilayah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel lapangan dan analisis laboratorium. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.2 Tahun 2023 tentang standar mutu air bersih. Berdasarkan hasil penelitian, warna air tanah di area penelitian jernih (20%), keruh (46%), kuning (20%), coklat (7%) dan coklat kemerahan (7%). Bau air tanah di area penelitian bau (40%) dan tidak berbau (60%). Rasa air tanah di daerah penelitian tidak berasa (80%) dan payau (20%). TDS air tanah berkisar antara 110-2480 mg/l. DHL airtanah berkisar antara 272-1962 us/cm. Salinitas air tanah berkisar antara 0,15-1,82 ppt. pH air tanah berkisar antara 6,5-6,8. Cl- berkisar antara 22,8-1211 mg/l. HCO3- air tanah berkisar dari 0-571 mg/l. CO32 - air tanah 0 mg/l. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.2 Tahun 2023 tentang kelayakan air bersih, dari semua hasil parameter fisik dan kimia, dapat dilihat bahwa semua sampel air tanah (100%) tidak memenuhi persyaratan kualitas air bersih sehingga air tanah dikategorikan tidak layak digunakan. Analisis tingkat intrusi air laut menunjukkan bahwa 3 stasiun (20%) memiliki pengaruh air asin sedang, 8 stasiun (53%) memiliki pengaruh air asin yang cukup besar, 3 stasiun (20%) memiliki pengaruh air asin yang besar dan 1 stasiun (7%) memiliki pengaruh air asin yang sangat besar.
No other version available