Text
ANALISA DEFORMASI PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE InSAR (Interferometric synthetic aperture radar) UNTUK MENILAI STABILITAS WILAYAH KERJA PANAS BUMI PT. GEO DIPA ENERGI (PERSERO) UNIT DIENG
Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Dieng merupakan kawasan panas bumi aktif yang berkembang pada lingkungan vulkanik dengan kondisi geologi kompleks dan topografi terjal. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini rentan terhadap deformasi permukaan berupa penurunan (subsidence) maupun pengangkatan (uplift), yang dapat dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik, karakteristik litologi, serta kegiatan produksi panas bumi. Deformasi permukaan berpotensi memengaruhi kestabilan wilayah dan keamanan infrastruktur panas bumi, khususnya jalur pipa dan fasilitas permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deformasi permukaan tahunan di WKP Dieng periode 2020–2025 menggunakan metode Two-Pass Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) berbasis data Sentinel-1 Level-1 SLC, serta mengkaji keterkaitannya dengan faktor geologi, tutupan lahan (Land Use Land Cover/LULC), dan kemiringan lereng. Analisis deformasi dilakukan terhadap beberapa pasangan citra dengan mempertimbangkan baseline spasial dan temporal guna menjaga kualitas koherensi interferogram. Hasil deformasi selanjutnya diintegrasikan dengan parameter geologi, LULC, dan kelerengan melalui analisis zonasi statistik dan skoring multiparameter untuk menghasilkan peta kestabilan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deformasi permukaan di WKP Dieng bervariasi secara spasial dan temporal dengan besaran deformasi dominan dalam skala sentimeter. Zona deformasi relatif tinggi umumnya berasosiasi dengan satuan batuan vulkanik muda yang kurang terkonsolidasi, tutupan lahan non-hutan, serta wilayah dengan kemiringan lereng curam. Integrasi seluruh parameter menghasilkan klasifikasi kestabilan wilayah dan mengidentifikasi area yang berpotensi tidak stabil terhadap infrastruktur panas bumi.
No other version available