Text
PENGARUH MEDIA TANAM DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) di MAIN NURSERY
Penelitian dengan judul pengaruh media tanam dan mulsa organik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery dilaksanakan di Kebun Percobaan air dingin Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Kota Pekanbaru selama 5 bulan dari bulan April sampai Agustus 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi dan utama media tanam dan mulsa organik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu rasio perbandingan media tanam antara tanah dan cocopeat (M) terdiri dari 4 taraf yaitu tanah 100%, tanah: cocopeat = 1:1, tanah:cocopeat= 2:1, tanah:cocopeat = 1:2. Faktor kedua jenis mulsa organik (G) terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa mulsa, mulsa serbuk gergaji, mulsa sekam padi, dan mulsa cangkang kelapa sawit. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, klorofil daun. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media tanam dan mulsa organik nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada media tanam antara tanah dan cocopeat dengan perbandingan 2:1 dan mulsa serbuk gergaji. Pengaruh utama media tanam dan mulsa organik berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan terbaik terdapat media tanam antara tanah dan cocopeat dengan perbandingan 2:1 dan mulsa serbuk gergaji.
No other version available