Text
Strategi Komunikasi Pemasaran Reseller Tupperware dalam Mendapatkan Konsumen Pasca Kebangkrutan
Krisis kinerja dan pengumuman penghentian operasional Tupperware Indonesia pada awal tahun 2025 akibat kebangkrutan menjadi tantangan besar bagi para reseller yang menjadi ujung tombak penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh reseller Tupperware dalam mendapatkan konsumen pasca kebangkrutan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tiga reseller di wilayah Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan perspektif Teori Kredibilitas Sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para reseller melakukan adaptasi strategi komunikasi pemasaran dari sistem kolektif (home party) ke pendekatan yang lebih individual dan digital. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi promosi melalui status WhatsApp dan Instagram untuk menjaga hubungan personal, penggunaan marketplace (seperti Shopee) yang sebelumnya dilarang oleh pusat, serta tetap mempertahankan toko fisik untuk menjaga kepercayaan konsumen. Reseller menekankan pada aspek kualitas produk yang tetap terjaga (expertise) dan memberikan informasi transparan terkait kondisi perusahaan untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan pelanggan (trustworthiness). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelangsungan bisnis reseller sangat bergantung pada kemampuan adaptasi komunikasi yang personal dan fleksibel di tengah hilangnya dukungan struktur formal dari perusahaan pusat.
No other version available