Text
EVALUASI KUAT DUKUNG AKSIAL FONDASI BERBASIS GEOTEKNIK PADA PYLON I JEMBATAN BATAM – BINTAN
Pembangunan Jembatan Batam–Bintan direncanakan menggunakan sistem jembatan cable-stayed dengan dua pylon utama sebagai elemen struktur penopang beban dari sistem kabel dan gelagar. Salah satu pylon yang ditinjau dalam penelitian ini adalah Pylon I, yang menerima beban aksial besar sehingga memerlukan fondasi yang andal. Oleh karena itu, keandalan fondasi tiang bor pada Pylon I menjadi aspek yang sangat penting, terutama dalam hal daya dukung aksial dan penurunan fondasi guna menjamin kinerja struktur secara aman dan memenuhi kriteria layanan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa hasil boring log, nilai N-SPT terkoreksi (N??) pada titik BH-2 Tanjung Sauh, serta data beban struktur yang diperoleh dari dokumen Review Detail Engineering Design (DED) Tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter tanah berdasarkan data bor log, mengevaluasi daya dukung aksial fondasi menggunakan standar teknis teraktual, mengevaluasi kesesuaian desain fondasi terhadap kondisi tanah, serta mengevaluasi potensi penurunan (settlement) akibat beban aksial. Metode yang digunakan meliputi penentuan parameter tanah melalui korelasi empiris, perhitungan daya dukung aksial tiang menggunakan metode ? (alpha method) untuk tahanan selimut dan pendekatan daya dukung untuk tahanan ujung, serta analisis penurunan menggunakan pendekatan elastis. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan daya dukung izin terhadap beban maksimum yang bekerja serta menilai penurunan terhadap batas yang diizinkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung ultimit tiang tunggal sebesar 20.474,30 kN dengan daya dukung izin sebesar 8.189,72 kN, sedangkan beban maksimum yang bekerja pada satu tiang sebesar 24.790,22 kN. Kondisi ini menunjukkan bahwa beban aksial yang bekerja lebih besar daripada daya dukung izin tiang, sehingga fondasi tiang bor pada Pylon I belum memenuhi persyaratan keamanan terhadap kapasitas aksial. Sementara itu, hasil analisis penurunan menunjukkan nilai penurunan total sebesar 9,87 mm, yang masih lebih kecil dari batas penurunan yang diizinkan sebesar 25 mm, sehingga fondasi masih memenuhi persyaratan kinerja layan dari aspek deformasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama fondasi tiang bor pada Pylon I Jembatan Batam–Bintan terletak pada kapasitas daya dukung aksial yang belum mencukupi terhadap beban rencana, sedangkan terhadap potensi penurunan masih berada dalam kondisi aman. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi lanjutan terhadap desain fondasi agar memenuhi persyaratan keamanan sesuai standar teknis yang berlaku
No other version available