Text
Gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang belum memiliki anak
Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara suami dan istri untuk membentuk
keluarga yang bahagia dan harmonis. Kehadiran anak sering dianggap sebagai
pelengkap dalam pernikahan, namun tidak semua pasangan segera memperoleh
keturunan. Kondisi belum memiliki anak dapat menimbulkan tekanan sosial dan
emosional yang berpotensi memengaruhi kepuasan pernikahan. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang
belum memiliki anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode fenomenologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan partisipan tiga perempuan yang telah menikah lebih dari lima
tahun dan belum memiliki anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis data
interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan dipengaruhi
oleh komunikasi terbuka, komitmen, kemampuan menyelesaikan konflik,
dukungan emosional pasangan, serta penerimaan terhadap kondisi. Dukungan
keluarga dan aktivitas kebersamaan juga membantu pasangan beradaptasi. Dengan
demikian, kepuasan pernikahan tidak semata-mata ditentukan oleh kehadiran
anak, tetapi oleh kualitas hubungan, komunikasi efektif, dan kemampuan
pasangan menyesuaikan diri terhadap kondisi yang dialami.
No other version available