Text
Hubungan Perbandingan Sosial Dengan Quarter-life Crisis Pada Mahasiswa
Quarter-life crisis adalah fase krisis emosional yang umumnya dialami oleh individu di usia 18-25 tahun yang muncul akibat tekanan akademik, sosial dan psikologis, serta diperparah oleh perbandingan sosial yang muncul karena kebutuhan individu mengevaluasi diri, pengaruh lingkungan, pengaruh media sosial yang menampilkan keberhasilan orang lain, sehingga memicu perasaan tertinggal, cemas, dan tidak puas terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perbandingan sosial dengan quarter-life crisis pada mahasiswa tingkat akhir dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional terhadap 400 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Pekanbaru melalui teknik quota sampling, menggunakan skala Quarter-Life Crisis yang berjumlah 25 item, yang didasarkan pada teori Robbins dan Wilner dan skala Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) yang berjumlah 11 item, yang dikembangkan oleh Gibbons dan Buunk, dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori tinggi baik pada variabel quarter-life crisis maupun perbandingan sosial. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara perbandingan sosial dengan quarter-life crisis pada mahasiswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,775 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan mahasiswa melakukan perbandingan sosial, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka mengalami quarter-life crisis.
No other version available