Text
Hubungan Antara Kecerdasan Spritual dengan Resiiensi Akadamik Pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Program Keluarga Harapan(PKH)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima Beasiswa Program Keluarga Harapan (PKH) di Universitas Islam Riau. Mahasiswa penerima beasiswa PKH sering menghadapi berbagai tekanan akademik dan sosial-ekonomi sehingga membutuhkan kemampuan resiliensi akademik agar mampu bertahan dan beradaptasi dalam proses perkuliahan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan resiliensi akademik adalah kecerdasan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa penerima Beasiswa PKH di Universitas Islam Riau yang berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan skala Spiritual Intelligence Self Report Inventory (SISRI-24) yang dikembangkan oleh King & DeCicco (2009) untuk mengukur kecerdasan spiritual, serta Academic Resilience Scale (ARS-30) dari Cassidy (2016) untuk mengukur resiliensi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan resiliensi akademik pada mahasiswa penerima Beasiswa PKH di Universitas Islam Riau dengan nilai korelasi sebesar r = 0,493 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula resiliensi akademiknya. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan spiritual maka semakin rendah pula resiliensi akademik mahasiswa.
No other version available