Text
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1.) karakteristik petani 2.) keuntungan usahatani. 3.) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri hilir. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang dimulai dari Bulan Juli sampai Desember 2025 yang berlokasi di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Pemilihan lokasi berdasarkan karena Kecamatan Keritang sebagian besar penduduknya berusahatani padi sawah sebagai sumber pendapatannya. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi sawah di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Fungsi yang digunakan yaitu fungsi Cobb Douglas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis regresi non linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Karakteristik petani padi sawah di Kecamatan Keritang adalah rata-rata umur 49 tahun artinya usia produktif, rata-rata lama Pendidikan petani yaitu 8 tahun (SMP), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu 19,1 tahun dan rata-rata jumlah anggota keluarga petani 4 orang. Sedangkan luas lahan 1,09 ha, status lahan yaitu milik sendiri, rata- rata modal usaha yaitu Rp. 9,081,395 garapan/MT, produksi yaitu 3.651 kg/garapan, dan produktivitas yaitu 7,324 kg/ha. 2.) Biaya produksi diperoleh sebanyak Rp. 10,656,691 garapan/MT, penerimaan diperoleh petani di Kecamatan Keritang yaitu sebanyak Rp. 25,165,140 garapan/MT, keuntungan diperoleh petani di Kecamatan Keritang sebanyak 14,508,449 garapan/MT, diperoleh RCR (revenue cost ratio) sebesar 2,32 artinya usahatani di Kecamatan Keritang layak untuk diusahakan. 3.) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah yaitu secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah. Secara parsial, variabel benih padi, pupuk phonska, pupuk KCI dan herbisida menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat produksi. Sementara itu, variabel tenaga kerja, penggunaan pupuk Urea dan penggunaan pestisida tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan input produksi, khususnya lahan, pupuk, dan benih unggul, menjadi kunci dalam peningkatan produktivitas padi sawah di wilayah penelitian.
No other version available