Text
Pendapatan dan Pengeluaran Rumahtangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani, kinerja usahatani padi sawah, struktur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis karakteristik petani padi sawah; (2) menganalisis biaya, produksi, harga, penerimaan, dan pendapatan rumah tangga petani padi sawah; (3) menganalisis struktur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani; serta (4) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 petani yang menjalankan usahatani padi sawah yang tersebar di 4 desa di Kecamatan Keritang, yang diambil sebesar 10% dari total populasi petani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani padi di Kecamatan Keritang memiliki rata-rata umur 49 tahun, tingkat pendidikan selama 8 tahun (setara SMP), pengalaman usahatani selama 19 tahun, dan jumlah anggota keluarga sebanyak 4 jiwa. Analisis usahatani menunjukkan bahwa total biaya produksi sebesar Rp7.677.639 per musim tanam dengan produksi sebesar 2.784 kg. Penerimaan kotor diperoleh sebesar Rp19.207.465 per musim tanam dan pendapatan bersih sebesar Rp11.529.826 per musim tanam. Nilai R/C Ratio sebesar 2,50 menunjukkan bahwa usahatani padi sawah tergolong efisien dan menguntungkan. Struktur pendapatan rumah tangga petani bersumber dari sektor usahatani dan non-usahatani. Pendapatan usahatani berasal dari padi, kelapa sawit, kelapa, dan pinang, sedangkan pendapatan non-usahatani berasal dari pekerjaan sebagai karyawan dan buruh tani. Rata-rata total pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp62.209.121 per tahun. Sementara itu, rata-rata pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran pangan sebesar Rp27.401.785 per tahun dan non pangan sebesar Rp17.812.859 per tahun. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga petani adalah pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga.
No other version available