Text
Efisiensi Produksi Usahatani Padi Di Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar merupakan salah satu daerah sentra produksi padi yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Namun, demikian penggunaan faktor produksi pada usahatani padi belum sepenuhnya dilakukan secara efisien sehingga berpotensi menurunkan tingkat produksi dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik petani dan profil usahatani, (2) faktor produksi, biaya, produksi, pendapatan, efisiensi usahatani padi, (3) faktor dominan yang mempengaruhi produksi padi, dan (4) efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive Sampling, sedangkan pengambilan responden dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 126 petani. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan, dimulai pada bulan Februari 2025 sampai dengan Juli 2025. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer. Analisis data dilakukan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, serta Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian di Kabuaten Kampar menunjukkan (1) petani padi Kabupaten Kampar didominasi usia yang beragam yaitu antara (30 hingga 74 tahun), tingkat pendidikan (rata-rata 12 tahun), pengalaman berusahatani (rata-rata 13 tahun), dan jumlah tanggungan keluarga (rata-rata 3 jiwa). Profil usahatani menunjukkan rata-rata luas lahan sebesar (0,5 – 1 ha), varietas padi unggul digunakan sebanyak (42,86%) sementara varietas lokal tidak unggul sebanyak (57,14%), status kepemilikan lahan milik sendiri (74,60%), sedangkan lahan sewa (25,40%), (2) faktor produksi, biaya, produksi, pendapatan, efisiensi usahatani padi yaitu, penggunaan benih padi rata-rata (41,95 Kg/Garapan/MT), penggunaan pupuk urea (18,62) Kg, NPK (19,10) Kg, TSP (3,21) Kg, KCL (3,89) Kg, pestisida yang digunakan Spontan (144 ml), Decis (243,06 ml), Lindomin (700 ml) dan Rodentisida (6.336 ml). Total biaya produksi sebesar Rp. 5.447.389 pendapatan bersih Rp. 7.282.955. Nilai R/C Ratio sebesar 2.41 yang artinya usahatani padi menguntungkan dan layak diusahakan. (3) faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, secara parsial hanya luas areal panen dan pupuk NPK yang berpengaruh nyata. (4) hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa petani belum menggunakan faktor produksi yang optimum untuk mencapai keuntungan yang maksimum, sehingga petani tersebut harus menambah factor produksi.
No other version available