Text
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang tidak luput dari masalah sampah. Persoalan sampah sepertinya tidak pernah terselesaikan secara baik. Pemandangan sampah yang berserakan, seakan menjadi hal yang lumrah. Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru pada pertengahan tahun 2025 menyatakan secara resmi rencana transisi menuju sistem swakelola berbasis komunitas pada pelibatan Lembaga Pemungut Sampah (LPS), namun dalam penerapannya lembaga ini menimbulkan pro dan kontra untuk masyarakat. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi program pengangkutan sampah di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru dan hambatan-hambalannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi; informan dalam penelitian ini adalah Camat Tenayan Raya, Pihak DLHK, Pegawai LPS, Rt dan Rw di Kecamatan Tenayan Raya dan masyarakat Kecamatan Tenayan Raya. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta analisis data secara deskrintif dan kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Pengangkutan Sampah di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru belum sepenuhnya dilakukan secara optimal, camat telah membentuk LPS dengan tujuan masalah pengangkutan sampah dapat diatasi dengan cepat, namun masih terdapat permasalahan terkait dengan penerapannya salah satunya kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan menyebabkan penumpukan sampah. Faktor yang mempengaruhi Implementasi Program Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru adalah : tingkat kesadaran masyarakat, ketersediaan lahan serta sarana prasarana
No other version available