Text
Dampak Pengendalian Hama Terpadu Terhadap Produksi Padi di Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis :1). Karakteristik petani dan profil usahatani padi sawah. 2). Biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan efisiensi usahatani 3).faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu dan Non PHT di Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang di mulai dari bulan April sampai September. yang berlokasi di Kabupaten Kampar. Sampel petani dalam penelitian ini adalah 126 orang, menggunakan metode stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Fungsi yang digunakan yaitu fungsi regresi Cobb Douglass. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Karakteristik petani padi sawah di Kabupaten Kampar adalah rata-rata 42 tahun, rata-rata tingkat pendidikan petani yaitu 9,32 tahun (SMP), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu, 17 tahun dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga 3 jiwa. sedangkan profil usaha diperoleh rata-rata luas areal panen adalah 0,5 ha, status lahan yaitu milik sendiri dan yang paling banyak menggunakan varietas IR 48. 2).Biaya produksi diperoleh sebesar Rp. 4.360/Garapan/MT. Penerimaan diperoleh petani padi sawah di Kabupaten Kampar yaitu sebesar Rp. 13.073.512/Garapan/MT,Pendapatan diperoleh sebesar Rp.6.197.901/Garapan/MT, Efisiensi usahatani diperoleh RCR (Revenue Cost Ratio ) sebesar, 2,07. 3). Faktor-faktor produksi yang secara parsial dominan dan berpengaruh signifikan positif terhadap produksi padi pada kelempok penerapan PHT adalah luas areal panen, benih dan pupuk, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, pada kelompok produksi padi Non-PHT, faktor produksi yang paling dominan dan berpengaruh signifikan positif adalah luas areal panen, benih dan pestisida, sedangkan pupuk dan tenaga kerja terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah produksi. Oleh karena itu, petani disarankan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan penggunaan benih unggul serta pupuk yang sesuai dosis anjuran, karena kedua input ini terbukti secara statistik mampu meningkatkan produksi secara signifikan, khususnya pada penerapan PHT dan disarankan untuk petani Non PHT mulai beralih meminimalisasi penggunaan pestisida kimia berlebih dan mengadopsi prinsip budidaya ramah lingkungan untuk memaksimalkan keuntungan dan menekankan biaya produksi
No other version available