Text
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri dan Pemasaran Tahu BM2 di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
Agroindustri tahu merupakan salah satu upaya pengolahan hasil pertanian yang berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta mendukung perekonomian masyarakat. Di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, usaha agroindustri tahu BM2 telah berkembang dan menjadi salah satu usaha yang berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik pengusaha dan tenaga kerja serta profil usaha tahu BM2, (2) usaha agroindustri tahu BM2, (3) pemasaran tahu BM2, dan (4) strategi pengembangan usaha dan pemasaran tahu BM2. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar pada bulan Mei 2025 sampai Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah Sensus. Pengambilan responden dilakukan secara Purposive sampling sampling, yaitu 1 orang pengusaha dan 4 orang tenaga kerja, 5 orang pedagang pengecer, 4 orang konsumen dan satu responden ahli . Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) umur pengusaha adalah 43 tahun dan rata-rata umur tenaga kerja 22 tahun, tingkat pendidikan pengusaha dan tenaga kerja adalah SMA (12 tahun), jumlah tanggungan keluarga pengusaha sebanyak 5 jiwa dan tenaga tidak memiliki tangungan keluarga, serta pengalaman berusaha pengusaha selama 10 tahun dan tenaga kerja selama 1-3 tahun. (2) Rata-rata penggunaan bahan baku kedelai sebesar 50 kg per proses produksi, dengan bahan penunjang berupa air, cuka (fermentasi), lisreik, kayu bakar dan bahan bakar. Total biaya produksi sebesar Rp1.127.476 per proses produksi dengan jumlah produksi 797,3 kg tahu. Harga jual sebesar Rp 6.397/kg sehingga diperoleh pendapatan kotor sebesar Rp5.100.328 dan pendapatan bersih sebesar Rp3.972.852 per proses produksi. Nilai RCR sebesar 4,52 yang menunjukkan usaha tahu BM2 layak untuk diusahakan. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp78.836 /kg dengan rasio nilai tambah sebesar 77,29. (3) Pemasaran tahu BM2 melalui dua saluran, yaitu saluran I (pengusaha–konsumen) dan saluran II (pengusaha–pedagang pengecer–konsumen). Total biaya pemasaran pada saluran I sebesar Rp2.973/kg dan saluran II sebesar Rp3.518/kg. Margin pemasaran pada saluran II sebesar Rp21.200/kg, sedangkan saluran I tidak memiliki margin. Keuntungan pemasaran saluran I sebesar Rp57.027/kg dan saluran II sebesar Rp77.682/kg. Nilai efisiensi pemasaran saluran I sebesar 4,96% dan saluran II sebesar 4,33%, sehingga saluran I lebih efisien. (4) Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha tahu BM2 berada pada Kuadran I dengan strategi agresif (SO), yang berarti usaha memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang besar, sehingga strategi yang dapat diterapkan adalah peningkatan kapasitas produksi, perbaikan teknologi, dan perluasan pasar.
No other version available