Text
Analisis Usaha dan Pemasaran Ayam Kampung Pedaging (Kasus pada Usaha Ternak Agussalim di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau)
Usaha ternak ayam kampung pedaging memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena permintaan pasar yang tinggi, harga jual yang stabil, serta kemampuan adaptasi yang baik, sehingga memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi peternak. Tujuan ini bertujuan untuk menganalisis:(1) Karakteristik peternak, tenaga kerja, pedagang dan profil pengusaha ternak ayam kampung pedaging;(2)Usaha ternak ayam kampung pedaging;(3)Pemasaran ayam kampung pedaging. Penelitian ini menggukana metode survei kasus, pada usaha ternak Bapak Agussalim di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Penelitian ini dimulai dari Bulan Januari sampai Juni 2025. Data dianalisi secara kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini dijalankan oleh peternak berusia 55 tahun dengan tingkat pendidikan S-2 (magister), pengalaman beternak selama 4 tahun, dan memiliki tanggungan keluarga sebanyak 4 orang. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari luar keluarga dengan usia 44 tahun. Usaha ini tergolong sebagai usaha mikro dengan modal awal sebesar Rp 7.200.000 dan luas kandang 96 m². Teknik budidaya yang diterapkan meliputi pemilihan bibit, penggunaan kandang, pemberian vitamin, serta pengendalian penyakit, namun masih terdapat ketidaksesuaian pada pemberian pakan yang hanya menggunakan jagung halus dan dedak tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisi, serta waktu panen yang lebih lama dari standar. Dari aspek finansial, total biaya produksi sebesar Rp.22.516.877/periode, dengan penerimaan Rp.25.603.200/periode dan pendapatan bersih sebesar Rp.3.086.323/periode. Nilai R/C Ratio sebesar 1,14 menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Sistem pemasaran terdiri dari dua saluran, yaitu saluran I melalui pedagang pengepul dan pengecer serta saluran II langsung melalui pedagang pengecer ke konsumen. Biaya pemasaran pada saluran I sebesar Rp.1.214/kg dan pada saluran II sebesar Rp.1.259/kg. Margin pemasaran pada saluran II sebesar Rp.20.000/kg lebih tinggi dibandingkan saluran I sebesar Rp.17.000/kg, demikian pula keuntungan pemasaran lebih besar pada saluran II. Kedua saluran tergolong efisien dengan nilai efisiensi masing-masing sebesar 2,02% (saluran I) dan 1,94% (saluran II). Namun, nilai farmer’s share lebih tinggi pada saluran I sebesar 71,67% dibandingkan saluran II sebesar 69,23%.
No other version available