Text
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada Agroindustri Kerupuk Mirasa di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Agroindustri Kerupuk Mirasa menghadapi masalah kesenjangan antara potensi pasar dan masalah operasional pada persediaan bahan baku, maka diperlukan analisis usaha untuk menjaga kestabilan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis karakteristik pengusaha dan profil usaha Agroindustri Kerupuk Mirasa (2) Menganalisis usaha yang meliputi penggunaan faktor produksi, biaya produksi, proses produksi, harga, pendapatan, efisiensi usaha, dan nilai tambah serta (3) Menganalisis pengendalian persediaan bahan baku pada Agroindustri Kerupuk Mirasa. Penelitian ini merupakan studi kasus pada usaha Agroindustri Kerupuk Mirasa, mulai dari bulan Februari hingga Juli 2025. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik usaha dan tenaga kerja. Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik pengusaha menunjukkan usia produktif (35 tahun), latar belakang pendidikan yang memadai (15 tahun atau setara Diploma 3) dan pengalaman berusaha yang cukup (12 tahun). Profil usaha menunjukkan usaha ini sudah berjalan 24 tahun, usaha ini tergolong sebagai industri kecil dengan modal awal Rp 10.000.000 dan total 8 orang tenaga kerja. (2) Penggunaan faktor produksi meliputi alat, bahan baku, dan bahan penunjang. Bahan baku yang digunakan berupa tepung kanji, dalam sekali proses produksi sebanyak 6 zak atau 150 kg (1 zak = 25 kg). Biaya produksi total sebesar Rp 4.366.110 per proses produksi. Produk Kerupuk Mirasa yang dihasilkan mencapai 3.600 bungkus per proses produksi. Usaha ini menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 10.800.000 dan pendapatan bersih sebesar Rp 6.433.890 per proses produksi. Nilai efisiensi usaha (R/C rasio) tercatat sebesar 2,47, dan nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 49.221/kg. (3) Jumlah pemesanan bahan baku tepung kanji yang optimal menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebanyak 786 zak, dengan frekuensi pemesanan 3 kali dalam setahun. Total biaya persediaan (total inventory cost) bahan baku sebesar Rp 1.656.351 dan biaya penyimpanan sebesar Rp 2.107,14/zak. Selain itu, ditetapkan pula jumlah persediaan pengaman (safety stock) sebanyak 22 zak dan titik pemesanan kembali (reorder point) 48 zak.
No other version available