Text
Analisis Usaha Pemasaran dan Keputusan Konsumen dalam Pembelian Telur Asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru
Agroindustri merupakan salah satu subsistem pertanian yang berperan sebagai industri pengolahan hasil produk pertanian, salah satunya usaha industri telur asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: 1. Karakteristik pengusaha dan profil usaha agroindustri telur asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, 2. Usaha agroindustri dan pemasaran Telur Asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, 3. Faktor yang menentukan keputusan konsumen dalam pembelian telur asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, 4. Strategi pemasaran telur asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Mei hingga Oktober 2025. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei 10 responden pengusaha telur asin cara sensus, 2 sampel pedagang pengecer dan untuk 75 konsumen telur asin. Data konsumen dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengusaha telur asin di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru berumur antara 30-59 dengan rata-rata usia 47,2 tahun (produktif), lama pendidikan rata-rata 10,2 tahun. Tanggungan keluarga sebanyak 3,4 orang. Kegiatan produksi telur asin masih menggunakan teknologi sederhana. Biaya produksi telur asin per proses produksi (PP) adalah Rp766.438/PP, produksi telur asin 17 Kg/PP, pendapatan kotor Rp1.441.600/PP dan pendapatan bersih Rp675.162/PP dengan efisiensi 1,88. Nilai tambah telur asin sebesar Rp41.486,22/Kg. Saluran pemasaran telur asin terdiri atas 2 saluran pemasaran. Saluran I melibatkan pengusaha dan pedagang pengecer. Saluran II melibatkan pengusaha sendiri dengan konsumen. Terdapat 9 fungsi pemasaran yakni pengadaan produk, penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, informasi pasar, penanggung risiko, dan pembiayaan. Biaya pemasaran saluran pemasaran I Rp4.993/Kg sedangkan pada saluran pemasaran II Rp5.067 /Kg. Margin pemasaran saluran I Rp24.000/Kg pada saluran pemasaran II Rp50.915/Kg. Keuntungan pemasaran pada saluran pemasaran I Rp19.007/Kg pada saluran pemasaran II Rp45.849/Kg. Efisiensi saluran pemasaran I sebesar 5,2% sedangkan efisiensi saluran pemasaran II sebesar 5,3%. Jika dilihat dari efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran I lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran II. Farmer’s share saluran I sebesar 75% dan Saluran II 100%. Faktor yang menentukan keputusan pembelian telur asin terbentuk 1 faktor yang terdiri dari 9 atribut yaitu variasi rasa, kemasan higienis, tekstur masir, harga terjangkau, kondisi fisik telur, aroma tidak amis, ketersediaan di toko langganan, promosi penjualan, dan citra merek. Variasi rasa merupakan atribut yang paling menentukan keputusan konsumen dalam pembelian telur asin. Strategi pemasaran dengan menambahkan variasi beragam seperti asap, bakar, bawang dan pedas.
No other version available