Text
MANIPULATED CONTENT PENYEBARAN HOAKS POLITIK DI RUANG DIGITAL PADA DEMONSTRASI AGUSTUS 2025 (ANALISIS REPRESENTASI KLARIFIKASI DI MEDIA INSTAGRAM DIVISI HUMAS POLRI)
Penelitian ini mengkaji penyebaran hoaks politik berbasis manipulated content pada demonstrasi Agustus 2025 yang beredar di berbagai platform digital. Perkembangan teknologi visual dan algoritma media sosial memungkinkan terjadinya contextual distortion dan visual reframing yang membentuk realitas sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan Teori Framing dari Robert Entman dan pendekatan kriminologi visual untuk menganalisis konstruksi makna dalam konten yang dimanipulasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap enam konten hoaks politik yang telah diklarifikasi melalui akun Instagram Divisi Humas Polri (@divisihumaspolri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten diproduksi melalui teknik false context, rekayasa visual berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penggabungan narasi provokatif dengan visual yang tidak sesuai konteks. Manipulasi ini membingkai aparat sebagai aktor represif dan memicu respons emosional publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manipulated content merupakan bentuk manifestasi kejahatan visual di ruang digital yang berpotensi memengaruhi opini publik dan legitimasi lembaga negara.
No other version available