Text
Diplomasi Kemanusiaan Indonesia dalam Forum ASEAN (Association of Southeast Asia Nation): Studi Kasus Penanganan Krisis Rohingya Tahun 2017-2025
Fenomena pengungsi Rohingya yang tiba di Indonesia mencerminkan praktik diplomasi kemanusiaan, khususnya dalam aspek negosiasi akses bantuan dan advokasi perlindungan masyarakat sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diplomasi Indonesia dalam mendorong keterlibatan ASEAN dalam penanganan krisis Rohingya serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan menggunakan teori diplomasi kemanusiaan sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memainkan peran aktif melalui pendekatan persuasif, dialogis, dan kooperatif, baik melalui jalur bilateral dengan Myanmar maupun melalui forum multilateral ASEAN. Indonesia secara strategis membingkai isu Rohingya sebagai persoalan kemanusiaan regional guna menjaga keseimbangan antara komitmen kemanusiaan dan prinsip non-interference ASEAN. Upaya ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam forum ASEAN serta dorongan terhadap optimalisasi peran lembaga kemanusiaan kawasan. Namun demikian, diplomasi kemanusiaan Indonesia belum sepenuhnya efektif dalam menghasilkan respons kolektif ASEAN yang konkret dan berkelanjutan. Keterbatasan ini dipengaruhi oleh kuatnya prinsip non-interference, perbedaan kepentingan politik antarnegara anggota, serta terbatasnya kapasitas kelembagaan ASEAN dalam menangani krisis kemanusiaan yang bersifat sensitif secara domestik namun berdampak regional.
No other version available