Text
Analisis Kebijakan Modernisasi Alutsista Sebagai Strategi Geopolitik Indonesia di Kawasan Asia Tenggara Tahun 2020-2025
Dinamika geopolitik Asia Tenggara pada periode 2020–2025 ditandai oleh meningkatnya rivalitas kekuatan besar, eskalasi ketegangan di Laut China Selatan, serta transformasi ancaman keamanan menuju bentuk multidimensional, yang menempatkan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia sebagai instrumen strategis dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus mempertegas posisi geopolitik negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan modernisasi pertahanan Indonesia sebagai strategi geopolitik serta mengidentifikasi kendala struktural yang memengaruhi implementasinya. Metode yang digunakan adalah analisis kebijakan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dan data sekunder yang bersumber dari dokumen kebijakan pertahanan, laporan pemerintah, serta publikasi keamanan internasional, dengan landasan teori realisme dan analisis kebijakan luar negeri yang menekankan peran negara dalam sistem internasional yang anarkis dan kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi alutsista memiliki fungsi ganda sebagai instrumen pertahanan dan geopolitik, yakni meningkatkan kesiapan militer, mendukung pencapaian Minimum Essential Force (MEF), memperkuat daya tangkal, menjaga keseimbangan kekuatan kawasan, serta meningkatkan posisi tawar strategis Indonesia. Namun, efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan anggaran pertahanan, ketergantungan teknologi pada pihak asing, kapasitas industri pertahanan domestik yang belum optimal, serta inkonsistensi perencanaan strategis jangka panjang. Evaluasi melalui indikator postur deterrence, sinyal strategis, dan kemandirian industri pertahanan menunjukkan bahwa keberhasilan modernisasi tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapabilitas material, tetapi juga oleh kemampuan membangun otonomi strategis. Dengan demikian, keberhasilan modernisasi pertahanan sebagai strategi geopolitik bergantung pada integrasi antara kebijakan pertahanan, diplomasi pertahanan, dan pengembangan industri pertahanan nasional guna mewujudkan kemandirian strategis yang berkelanjutan serta memperkuat stabilitas kawasan di tengah meningkatnya kompetisi geopolitik.
No other version available