Text
DIPLOMASI PUBLIK PEMERINTAH PROVINSI RIAU DALAM MEMPROMOSIKAN RIAU SEBAGAI PUSAT PERADABAN MELAYU DI NEGARA SERUMPUN (STUDI KASUS NEGARA MALAYSIA) TAHUN 2020-2025
Penelitian ini mengkaji diplomasi publik Pemerintah Provinsi Riau dalam mempromosikan Riau sebagai pusat peradaban Melayu di negara serumpun, studi kasus Malaysia periode 2020–2025. Riau memiliki akar sejarah dan budaya Melayu yang panjang, dengan berbagai warisan peradaban sejak era Kerajaan Melayu Riau- Johor hingga ditetapkannya tagline "Riau The Homeland of Malay" pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diplomasi publik yang dijalankan Pemerintah Provinsi Riau serta mengidentifikasi faktor penghambat yang menyebabkan upaya tersebut belum berjalan secara optimal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kerangka teori yang digunakan adalah perspektif Pluralisme dari Keohane dan Nye, menekankan peran aktor non-negara, serta konsep Diplomasi Publik dan pendekatan Sembilan Jalur Diplomasi. Pemerintah Provinsi Riau telah melaksanakan diplomasi publik melalui penyelenggaraan event pariwisata internasional berbasis budaya Melayu, peningkatan akses pariwisata ke negara serumpun, penerapan pariwisata halal, serta program kerja sama pertukaran pelajar dan mahasiswa dengan Malaysia. Upaya tersebut melibatkan Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, lembaga adat, akademisi, hingga komunitas masyarakat. Namun, terdapat sejumlah faktor penghambat yang membatasi efektivitas diplomasi publik tersebut, yakni keterbatasan anggaran daerah, rendahnya kesadaran sumber daya manusia dalam memajukan promosi budaya Melayu, minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya, serta lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun diplomasi publik Riau telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat identitas Melayu di tingkat regional, diperlukan strategi promosi yang lebih terintegrasi agar posisi Riau sebagai pusat peradaban Melayu semakin diakui di kawasan negara serumpun maupun di tingkat internasional.
No other version available