Text
Kerjasama Pertahanan Indonesia-Amerika Serikat Dalam Indo-Pacific Strategy: Implikasi Terhadap Stabilitas Kawasan
Kawasan Indo-Pasifik periode 2020-2025 mengalami peningkatan rivalitas strategis antara Amerika Serikat dan China di bidang militer, ekonomi, teknologi dan geopolitik. Ketegangan di Laut China Selatan, pembangunan instalasi militer China, serta operasi Freedom of Navigation Amerika Serikat menciptakan dinamika keamanan yang kompleks. Di tengah situasi tersebut, kerjasama pertahanan Indonesia-Amerika Serikat dalam kerangka Indo-Pacific Strategy menjadi fenomena strategis mengingat posisi geografis Indonesia yang krusial sebagai negara kepulauan terbesar sekaligus aktor penyeimbang dengan politik luar negeri bebas aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerjasama pertahanan Indonesia-Amerika Serikat serta implikasinya terhadap stabilitas kawasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan data sekunder dari dokumen resmi, perjanjian bilateral, laporan internasional, dan jurnal ilmiah, dengan landasan perspektif Liberal Institunasiolis. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk utama kerjasama : latihan militer bersama Super Garuda Shield yang meningkatkan interoperabilitas TNI, program pendidikan dan pelatihan militer melalui International Military Education and Training (IMET), pengadaan alutsista melalui Foreign Military Sales dalam kerangka Minimum Essential Force (MEF), serta diplomasi pertahanan melalui forum Indonesia-United States Security Dialogue (IUSSD) dan Defense Cooperation Agreement (DCA) yang ditanda tangani november 2023. Implikasi nya mencakup peningkatan kapabilitas militer pertahanan Indonesia, perluasan kerjasama keamanan ke arah multilateral (melibatkan Jepang dan Australia), serta penguatan Balance of Power di Indo-Pasifik. Kesimpulannya, kerjasama pertahanan Indonesia-Amerika Serikat merupakan pilar penting bagi arsitektur keamanan kawasan yang lebih stabil. Indonesia secara konsisten menerapkan strategi Hedging dengan menjaga relasi berimbang terhadap kekuatan besar, sehingga mampu berkontribusi pada stabilitas kawasan tanpa kehilangan kemandirian strategis dan prinsip netralitasnya.
No other version available