Text
EFEKTIVITAS MODEL PELAYANAN REHABILITASI KLIEN PECANDU NARKOTIKA SEBAGAI PROSES REINTEGRASI SOSIAL (STUDI DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN PELALAWAN)
Masalah penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di Indonesia. Salah satu upaya penanganan yang dilakukan pemerintah adalah melalui program rehabilitasi bagi pecandu agar dapat pulih dan kembali menjalankan fungsi sosialnya, sehingga diperlukan model pelayanan rehabilitasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pelayanan rehabilitasi dalam mendukung proses reintegrasi sosial di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 41 responden, sedangkan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan klien rehabilitasi, keluarga, dan petugas BNNK Pelalawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelayanan rehabilitasi telah berjalan sesuai ketentuan, meliputi asesmen, rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, serta pendampingan pascarehabilitasi. Namun, efektivitasnya belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan fasilitas rehabilitasi, sumber daya manusia, dan aksesibilitas layanan, yang turut dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan klien yang belum konsisten. Tingkat reintegrasi sosial berada pada kategori “diterima” dengan nilai rata-rata 2,95, yang menunjukkan bahwa masyarakat cenderung bersikap terbuka terhadap klien rehabilitasi, meskipun masih terdapat keraguan yang mengindikasikan bahwa kepercayaan sosial belum sepenuhnya terbentuk. Dengan demikian, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya bergantung pada kualitas layanan, tetapi juga pada dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat dalam mendukung pemulihan klien secara berkelanjutan.
No other version available