Text
Analisis Kegagalan Diplomasi Koersif Dan Implementasi Putusan ICJ Dalam Konflik Sekitar Kawasan Preah Vihear
Konflik perbatasan Thailand-Kamboja di kawasan Preah Vihear tetap berlanjut meskipun telah ada putusan Mahkamah Internasional (International of Justice) yang bersifat mengikat. Fenomena ini menunjukan adanya kesenjangan antara kekuatan hukum formal dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan diplomasi koersif serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam implementasi putusan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, data dikumpulkan menggunakan teknik studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi. Hasil penelitian menujukkan bahwa kegagalan diplomasi koersif disebabkan oleh ketidakkonsistenan tuntutan, lemahnya kredibilitas ancaman, ketiadaan tenggat waktu, serta minimnya jaminan. Kondisi tersebut diperburuk oleh keseimbangan kekuatan (balance of power) yang menciptakan kebuntuan politik. Selain itu, implementasi putusan terhambat oleh faktor nasionalisme domestik, dilema keamanan, dan keterbatasan mekanisme penegakan hukum internaional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektifitas putusan internasional tidak hanya bergantung pada aspek legalitas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika politik dan keamanan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multidimensional dalam penyelesaian konflik internasional serupa.
No other version available