Text
PENGARUH FOMO, MOTIVASI DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN IPHONE PADA KAUM GEN Z KOTA PEKANBARU
Perkembangan teknologi dan tingginya intensitas penggunaan media sosial pada generasi muda telah memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) yang berpotensi memengaruhi perilaku konsumsi, khususnya dalam keputusan pembelian produk teknologi premium. iPhone sebagai salah satu produk smartphone dengan citra merek yang kuat dan posisi pasar premium tetap memiliki tingkat permintaan yang tinggi di kalangan Generasi Z, meskipun harga yang ditawarkan relatif tinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa terdapat faktor psikologis dan pemasaran yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO), motivasi, dan brand image terhadap keputusan pembelian iPhone pada kaum Generasi Z di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z di Kota Pekanbaru yang berjumlah 242.000 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Fear of Missing Out (FoMO), motivasi, dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian iPhone pada kaum Generasi Z di Kota Pekanbaru. Selain itu, hasil analisis secara simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,838. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 83,8% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel FoMO, motivasi, dan brand image, sedangkan sisanya sebesar 16,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin kuat motivasi konsumen, serta semakin positif citra merek suatu produk, maka semakin besar pula kecenderungan Generasi Z dalam mengambil keputusan untuk membeli iPhone. Temuan ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu memperkuat strategi pemasaran yang mampu meningkatkan citra merek serta memanfaatkan faktor psikologis konsumen, khususnya fenomena FoMO, dalam membentuk keputusan pembelian.
No other version available