Text
Gambar perilaku agresif mengemudi pada remaja di Pekanbaru
Perilaku agresif mengemudi pada remaja menjadi salah satu permasalahan keselamatan lalu lintas yang perlu mendapat perhatian, khususnya di Kota Pekanbaru yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Perilaku ini ditandai dengan tindakan berkendara yang dipengaruhi oleh emosi negatif, seperti marah, frustrasi, dan ketidaksabaran, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku agresif mengemudi pada remaja di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah remaja di Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 382 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku agresif mengemudi dalam bentuk kuesioner self- report yang terdiri dari 28 item. Pengujian instrumen dilakukan menggunakan teknik try out terpakai. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif mengemudi pada remaja di Pekanbaru masih bervariasi, di mana masih ditemukan perilaku seperti menyalip dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan lampu sein, serta menggunakan jalur yang tidak semestinya. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti regulasi emosi, kontrol diri, impulsivitas, serta kecenderungan mencari sensasi, serta faktor situasional seperti kemacetan dan tekanan waktu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran berkendara serta menjadi dasar bagi upaya edukasi dan pengendalian emosi guna mengurangi perilaku agresif di jalan raya. Kata kunci: perilaku agresif mengemudi, remaja, regulasi emosi, keselamatan lalu lintas
No other version available