Text
RESILIENSI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK DOWN SYNDROME DI PEKANBARU
RESILIENSI ORANG TUA DENGAN ANAK DOWN SYNDROME DI PEKANBARU RUTH FEBRIYANTI 228110120 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Kelahiran seorang anak adalah momen yang dinantikan oleh pasangan suami istri. Setiap orang tua berharap suatu hari nanti anak mereka akan tumbuh menjadi sempurna, baik secara fisik maupun mental. Namun, ketika anak lahir dan didiagnosis mengalami disabilitas orang tua harus menerima kenyataan bahwa anak mereka memiliki kekurangan dalam pertumbuhannya baik fisik maupun mental. Keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus secara mendasar mengubah dinamika keluarga, karena orang tua harus menghadapi tanggung jawab perawatan yang jauh lebih sulit daripada yang dihadapi anak-anak pada umumnya. Salah satu tipe anak berkebutuhan khusus adalah Down Syndrome. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar memainkan peran kunci dalam memperkuat resiliensi orang tua. Keluarga besar, teman, dan komunitas penyandang disabilitas menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman, memperoleh ide, serta merasakan empati tanpa stigma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi resiliensi orang tua dengan anak Down Syndrome di Pekanbaru, informan dalam penelitian ini adalah 3 orang tua yang memiliki anak Down Syndrome. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mempertimbangkan dari berbagai kriteria yang telah disiapkan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada hasil penelitian lapangan ditemukan ketiga informan memenuhi faktor faktor resiliensi yang ada. Resiliensi sangat penting untuk tetap mempertahankan kestabilan emosi saat dihadapkan pada situasi yang diluar kendali. Kata kunci: Resiliensi, Orang Tua, Anak Down syndrome
No other version available