Text
GAMBARAN EGOSENTRIS PADA REMAJA DENGAN ORANGTUA TUNGGAL DI KECAMATAN PANGKALAN KURAS KABUPATEN PELALAWAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gambaran egosentris pada remaja yang berasal dari keluarga orangtua tunggal di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Egosentris pada remaja merupakan suatu kondisi psikologis di mana individu cenderung merasa bahwa dirinya merupakan pusat perhatian, serta menganggap bahwa pengalaman dan perasaannya tidak dapat dipahami oleh orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah tiga orang remaja yang diasuh oleh orangtua tunggal akibat perceraian maupun kematian pasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dari keluarga tidak utuh cenderung mengalami egosentris yang ditunjukkan melalui dua bentuk utama, yaitu personal fable dan imaginary audience. Faktor internal yang memengaruhi egosentris tersebut meliputi perasaan kehilangan, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, serta rendahnya kepercayaan diri. Sementara itu, faktor eksternal mencakup kurangnya perhatian dari orangtua tunggal, tekanan sosial dari lingkungan, serta minimnya dukungan dari sekolah dan masyarakat sekitar. Egosentris pada remaja dalam konteks ini muncul sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap luka emosional akibat situasi keluarga yang tidak utuh. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peran orangtua, guru, dan konselor dalam menyediakan dukungan emosional serta ruang aman bagi remaja untuk mengekspresikan diri dan mengelola emosi secara sehat.
No other version available