Text
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA TEKS MAKRO SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 25 PEKANBARU
Membaca adalah keterampilan mendasar dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di tingkat SMP, karena memungkinkan siswa untuk mengakses informasi dan membangun makna dari teks tertulis. Pemahaman bacaan yang efektif tidak hanya membutuhkan pemahaman kata dan kalimat, tetapi juga pemahaman makna keseluruhan teks, yang umumnya disebut sebagai keterampilan membaca makro. Keterampilan ini meliputi mengidentifikasi ide utama, mengenali detail pendukung, membuat kesimpulan, menafsirkan kosakata dalam konteks, dan memahami urutan ide. Namun, pengamatan awal di SMPN 25 Pekanbaru mengungkapkan bahwa banyak siswa kelas delapan masih mengalami kesulitan dalam memahami teks pada tingkat makro. Studi ini menyelidiki keterampilan membaca makro siswa kelas delapan di SMPN 25 Pekanbaru, dengan fokus pada kemampuan mereka untuk memahami teks di luar tingkat kalimat. Keterampilan membaca makro, yang meliputi mengidentifikasi ide utama, mengenali detail pendukung, membuat kesimpulan, menafsirkan kosakata dalam konteks, dan memahami urutan teks, sangat penting untuk pemahaman bacaan yang efektif dalam konteks EFL. Namun, pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mencapai pemahaman global teks. Desain kuantitatif deskriptif digunakan, melibatkan 50 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel total. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman bacaan pilihan ganda yang disusun berdasarkan lima indikator keterampilan membaca makro. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk skor rata-rata dan distribusi persentase. Temuan menunjukkan bahwa keterampilan membaca makro siswa secara keseluruhan berada pada tingkat yang cukup baik, dengan skor rata-rata 64,23. Siswa menunjukkan kinerja yang relatif baik dalam detail pendukung dan urutan, menunjukkan kompetensi dalam memproses informasi eksplisit. Sebaliknya, kesulitan ditemukan dalam mengidentifikasi ide utama dan membuat kesimpulan, yang mencerminkan keterbatasan dalam pemahaman tingkat tinggi. Kosakata dalam konteks juga dikategorikan sebagai cukup baik, menunjukkan ketergantungan pada pemrosesan tingkat permukaan.
No other version available