Text
RESILIENSI SINGLE PARENT YANG MEMILIKI REMAJA DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER
utism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan hambatan dalam komunikasi dan interaksi sosial, yang dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi orang tua, terutama single parent yang menjalankan peran pengasuhan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi pada single parent yang memiliki remaja dengan autisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang single parent yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari dua subjek cerai mati dan satu subjek cerai hidup, dengan pengalaman sebagai single parent lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada ketiga subjek terbentuk setelah melalui proses adaptasi. Faktor ekonomi dan lingkungan menjadi tantangan utama, namun juga mendorong kemandirian dan penguatan resiliensi para subjek. Dapat disimpulkan bahwa, ketiga subjek memiliki resiliensi yang baik tapi mencapainya dengan berbeda-beda sesuai tingkatan ekonomi, faktor penyebab perceraian, dan tingkat gangguan Autisme.
No other version available