Text
Gambaran Kelelahan Emosional Guru dalam Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Swasta Pekanbaru
Pendidikan khusus memiliki peran strategis dalam menjamin hak pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan guru ABK dituntut untuk terus hadir secara empatik, mengelola perilaku kompleks siswa, sekaligus memenuhi kewajiban administratif dalam kondisi yang sering kali tidak ideal. Kondisi ini menempatkan guru ABK pada risiko kelelahan emosional yang berdampak sistemik terhadap kualitas layanan pendidikan. Kelelahan emosional pada guru ABK tidak hanya memengaruhi kesejahteraan psikologis individu, tetapi juga berimbas pada efektivitas pembelajaran dan keberlangsungan profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kelelahan emosional guru pendidikan khusus dalam mengajar ABK di SLB Swasta Pekanbaru. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menekankan pemahaman kontekstual terhadap kondisi kelelahan emosional guru dalam keseharian profesional mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan member checking terhadap tiga guru di salah satu SLB Swasta Pekanbaru yang dipilih melalui menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan empat tema utama, yaitu sumber kelelahan, dampak kelelahan, pengelolaan emosional, serta pemaknaan relasional terhadap pekerjaan yang berfungsi sebagai faktor protektif psikologis. Penelitian merekomendasikan perlunya sistem dukungan yang terstruktur bagi guru ABK, peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah, serta pengembangan program pendampingan profesional yang responsif terhadap kebutuhan emosional guru sebagai upaya menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan bagi ABK.
No other version available