Text
Agile Governance Dalam Pelayanan Publik Pada Pelabuhan Penyeberangan Ferry Air Putih Kabupaten Bengkalis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman penerapan agile governance dalam pelayanan publik pada Pelabuhan penyeberangan Ferry Air Putih Kabuapten Bengkalis. Analisis didasarkan pada teori agile governance menurut Menurut Alexandre J. H. de O. Luna, Philippe Krutchen, dan Hermano P. de Moura (2015), yang meliputi enam indikator, antara lain: Good Enough Governance, Business Driven, Human Focused, Based On Quick Wins, Systematic and Adaptive Approach, Simple Design and Continuous Refinement. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip agile governance dalam pelayanan publik yang ada di Pelabuhan Air Putih oleh Dinas Perhubungan telah terlihat berbagai upaya yang dilakukan untuk terciptanya peningkatan layanan publik. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala yang ada di lapangan seperti, masih kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk tertib mengantri, seringnya terjadi kerusakan kapal yang berdampak pada penumpukan penumpang, kurangnya perhatian terhadap fasilitas-fasilitas yang ada di pelabuhan untuk dilakukan perawatan. Penelitian ini menyarankan untuk adanya tindakan tegas dari petugas lapangan untuk mengatur ketertiban, pelatihan petugas lapangan, serta perbaikan sarana dan prasarana demi memberikan layanan tebaik kepada masyarakat.
No other version available