Text
Implementasi Program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dalam Perlindungan Anak Terlantar Oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru
Permasalahan anak terlantar merupakan bagian dari isu kesejahteraan sosial yang memerlukan perhatian dan intervensi pemerintah melalui Program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program PPKS dalam penanganan anak terlantar di Dinas Sosial Kota Pekanbaru menggunakan teori implementasi kebijakan Van Metter dan Van Horn dengan enam indikator: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap atau disposisi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, serta lingkungan ekonomi, sosial, dan politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang berjumlah 7 orang terdiri dari Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Perlindungan Anak, Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Kelembagaan Masyarakat, Staf Seksi Rehabilitasi dan Perlindungan Anak, Satgas PPKS serta pihak panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PPKS telah berjalan dan didukung oleh regulasi yang jelas, termasuk Peraturan Menteri Sosial Nomor 4 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi Sosial Dasar bagi Anak Terlantar. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, keterbatasan prasarana rumah singgah, serta faktor sosial dan ekonomi masyarakat yang rentan. Secara keseluruhan, implementasi program telah menunjukkan arah yang positif, tetapi masih memerlukan optimalisasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan anak terlantar.
No other version available