Text
Agile Governance Dalam Tata Kelola Sampah UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru
Pengelolaan sampah perkotaan merupakan isu kompleks yang menuntut tata kelola yang adaptif dan responsif terhadap dinamika lingkungan. Di Kota Pekanbaru, pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti keluhan masyarakat terkait bau yang mengganggu, rendahnya respons terhadap aduan, serta belum optimalnya penerapan teknologi seperti GPS pada armada pengangkut sampah, kondisi ini menunjukkan belum optimalnya tata kelola yang adaptif dalam pelayanan persampahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Agile Governance dalam tata kelola sampah oleh UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala UPT, Kepala Tata Usaha, petugas armada, serta masyarakat di sekitar lokasi transdipo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Agile Governance belum berjalan optimal. Hal ini terlihat dari masih lemahnya responsivitas layanan (Good Enough Governance), belum berfokus pada kebutuhan masyarakat secara maksimal (Human Focused), kurangnya pencapaian hasil cepat (Based on Quick Wins), serta belum optimalnya kemampuan adaptasi sistem terhadap perubahan (Systematic and Adaptive Approach). Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan responsivitas layanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi pemanfaatan teknologi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan sampah.
No other version available