Text
PELAKSANAAN PROGRAM PETERNAKAN SAPI DI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Pembangunan sektor peternakan sapi merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Permasalahan utama terletak pada kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan program, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pendampingan, dan lemahnya kelembagaan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Key informan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, sedangkan informan terdiri dari penyuluh lapangan, ketua kelompok, peternak sapi di Kecamatan Benai. Penelitian ini menggunakan teori Walt dan Gilson (1994) yang menekankan empat unsur analisis kebijakan yaitu konteks, konten, proses, dan aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum optimal, terutama pada aspek proses dan aktor, seperti kurangnya koordinasi dan partisipasi peternak. Namun demikian, faktor konteks berupa potensi sumber daya alam menjadi pendukung utama. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan koordinasi, pendampingan, dan penguatan aktor pelaksana agar program berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
No other version available