Text
Implementasi Pembayaran Upah Lembur Bagi Pekerja Di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Tunggal Yunus Estate Di Kabupaten Kampar
Penelitian ini membahas tentang Implementasi Pembayaran Upah Lembur Bagi Pekerja Di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Tunggal Yunus Estate Di Kabupaten Kampar yang merupakan bagian dari Asian Agri Group. Fokus masalah penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih ditemukannya kesenjangan antara harapan pekerja atas pembayaran upah lembur yang adil dan kenyataan di lapangan yang sering kali tidak memenuhi standar yang di tetapkan. Beberapa pekerja mengeluhkan bahwa upah lembur yang di terima tidak sebanding atau tidak sesuai dengan perhitungan resmi, atau bahkan tidak di bayar sama sekali untuk jam kerja yang melebihi ketentuan normal. Hal ini juga bertentangan dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan tentang upah lembur dengan praktik yang berlangsung di lapangan terkait keadilan, transparansi, dan ketepatan waktu pembayaran upah lembur kepada pekerja. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembayaran upah lembur di PT. Tunggal Yunus Estate dan apakah faktor penghambat dalam pelaksanaan pembayaran upah lembur di PT. Tunggal Yunus Estate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian sosiologis empiris dengan metode pendekatan kualitatif melalui wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi ke lapangan terhadap perusahaan, pekerja, serta dinas ketenagakerjaan. Data yang diperoleh kemudian di klasifikasikan sesuai dengan masalah pokok, kemudian data tersebut diolah dan disajikan. Data yang bersumber dari kuesioner disajikan dalam bentuk tabel, sedangkan data yang bersumber dari wawancara disajikan dalam bentuk uraian kalimat. Setelah data disajikan, maka dibandingkan dengan teori pendapat sarjana dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan pada dasarnya telah melaksanakan pembayaran upah lembur mengacu pada regulasi yang berlaku, namun masih terdapat pekerja yang merasa perhitungan lembur belum sepenuhnya adil dan transparan. Faktor penghambat yang ditemukan antara lain masalah administrasi dan akurasi pencatatan jam lembur, keterlambatan proses verifikasi internal, serta kurangnya sosialisasi mengenai aturan lembur dan struktur pengupahan kepada pekerja. Penelitian ini menyarankan penguatan sistem pencatatan lembur berbasis digital, peningkatan transparansi dan sosialisasi struktur serta skala upah lembur, serta penyesuaian berkala peraturan perusahaan agar sesuai dengan perkembangan regulasi ketenagakerjaan, guna mewujudkan sistem pengupahan lembur yang lebih adil dan transparan di sektor perkebunan kelapa sawit.
No other version available