Text
Peran Komitmen Manajemen Puncak, Keterlibatan Pemangku Kepentingan, dan Kesadaran Organisasi dalam Mendorong Implementasi Lean Campus di Indonesia
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh komitmen manajemen puncak, partisipasi pemangku kepentingan, dan kesadaran organisasi terhadap penerapan Lean Campus di perguruan tinggi Indonesia. Konsep Lean Campus mengacu pada penerapan prinsip Lean Thinking dalam pengelolaan pendidikan tinggi, yang fokus pada efisiensi proses akademik dan administratif, pengurangan aktivitas tidak bernilai tambah, serta peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei terhadap 140 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Data dikumpulkan secara daring dan dianalisis dengan pendekatan PLS-SEM menggunakan SmartPLS 4, yang dipilih untuk melakukan analisis hubungan antarvariabel secara terperinci dan sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara positif dan signifikan mempengaruhi implementasi Lean Campus. Komitmen dari manajemen puncak merupakan faktor terpenting, terutama dalam menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan sumber daya tersedia. Keterlibatan pemangku kepentingan juga memperkuat efektivitas implementasi melalui partisipasi aktif, komunikasi yang terbuka, dan kolaborasi lintas pihak. Selain itu, kesadaran organisasi berperan dalam membangun pola pikir kolektif yang responsif terhadap perubahan dan mendukung budaya perbaikan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Lean Campus tidak hanya bergantung pada aspek teknis atau prosedur, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan, partisipasi, dan kesiapan organisasi. Secara teori, penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan Socio-Technical System dalam konteks pendidikan tinggi. Secara praktis, hasilnya bisa menjadi referensi bagi manajemen perguruan tinggi untuk merancang strategi transformasi yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
No other version available