Text
Analisis gaya bahasa sinekdoke pars prototo dan totum pro parte dalam surat kabar kompas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi bahasa sinekdok gaya dalam teks berita surat kabar nasional dan menjelaskan perannya dalam konstruksi makna wacana jurnalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa sebelas kutipan teks berita yang diterbitkan pada periode Januari-Februari 2026 di surat kabar nasional. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui ketekunan observasi dan triangulasi teori stilistika dan linguistik fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama sinekdok, yaitu pars pro toto dan totum pro parte, dengan distribusi yang berbeda sesuai dengan karakteristik rubrik berita. Bentuk pro toto dari pars ditemukan dalam penggunaan unsur-unsur bagian untuk mewakili keseluruhan entitas, khususnya dalam rubrik hukum, opini, dan humaniora. Sementara itu, bentuk totum pro parte lebih dominan dalam rubrik olahraga dan teknologi melalui penyebutan entitas kolektif, seperti nama negara, untuk merujuk pada kelompok tertentu. Secara fungsional, kedua bentuk tersebut bertindak sebagai strategi representasional yang menyederhanakan realitas, membangun efek dramatis, dan memperkuat identitas kolektif pembaca dan kedekatan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa jurnalistik tidak sepenuhnya netral, tetapi bekerja melalui mekanisme representasi terstruktur. Sinekdok dalam teks berita berfungsi sebagai perangkat stilistik sistematis dalam membangun makna dan perspektif wacana. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi stilistik media dan dapat menjadi referensi dalam mempelajari analisis gaya bahasa dan wacana media massa.
No other version available