Text
Tindak Tutur Ilokusi Guru Dan Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas XI 3 SMA Negeri 5 Mandau
Pembelajaran di kelas tidak dapat dipisahkan dari proses komunikasi antara guru dan siswa. Setiap penjelasan, pertanyaan, atau jawaban yang disampaikan dalam proses pembelajaran merupakan bentuk ujaran yang memiliki tujuan tertentu. Namun, dalam kegiatan pembelajaran, seringkali belum banyak penelitian tentang bagaimana bentuk ujaran yang muncul selama interaksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk ujaran ilokusi yang digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI-3 SMA Negeri 5 Mandau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah analisis isi untuk meneliti ujaran yang muncul selama proses pembelajaran. Data penelitian berupa ujaran guru dan siswa yang termasuk dalam tindakan ilokusi. Sumber data dalam penelitian ini adalah interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI-3 SMA Negeri 5 Mandau pada bahan teks berita dan makalah ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, dokumentasi, perekaman, mendengarkan, dan perekaman selama empat pertemuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 91 tindakan ilokusi yang terdiri dari 37 tindakan ujaran asertif, 31 tindakan ujaran direktif, 14 tindakan ujaran komisif, dan 9 tindakan ujaran ekspresif, sedangkan tindakan ujaran deklaratif tidak ditemukan. Tindakan ujaran asertif dan direktif paling banyak muncul karena guru sering memberikan penjelasan, informasi, dan arahan kepada siswa selama pembelajaran. Sementara itu, tindakan ujaran komisif dan ekspresif muncul dalam jumlah yang lebih sedikit, biasanya berkaitan dengan janji, tanggapan, atau ekspresi perasaan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI-3 SMA Negeri 5 Mandau lebih banyak berupa tindakan ujaran ilokusi yang bersifat penjelasan (asertif) dan mengarahkan (direktif) kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam pembelajaran cukup aktif dan membantu mendukung proses pembelajaran di kelas.
No other version available