Text
Strategi Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad Episode "Manusia Paling Dekat dengan Allah"
Dakwah adalah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Dalam penyampaian ceramah, bahasa memiliki peran penting karena melalui bahasa dakwah pesan dapat dipahami oleh pendengar. Salah satu unsur linguistik yang berperan dalam ceramah adalah diksi atau pemilihan kata. Pilihan kata yang tepat dapat membantu pembicara menyampaikan pesan dengan lebih jelas, menarik, dan persuasif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dalam ceramah yang disampaikan oleh Abdul Somad dan menjelaskan kontribusinya dalam membangun unsur retorika ethos, pathos, dan logos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa ucapan yang terdapat dalam ceramah berjudul Manusia yang Paling Dekat dengan Allah yang diunggah di saluran YouTube Ustadz Abdul Somad. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode melihat dan merekam dengan mendengarkan ceramah secara saksama dan kemudian merekam ucapan yang mengandung penggunaan diksi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi jenis diksi, dan interpretasi makna yang berkaitan dengan unsur retorika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 50 pidato yang mengandung penggunaan diksi, yaitu diksi konotatif sebanyak 22 pidato, sinonim sebanyak 12 pidato, antonim sebanyak 9 pidato, hiponim sebanyak 6 pidato, dan poliemia sebanyak 1 pidato. Diksi konotatif merupakan jenis yang paling dominan digunakan karena banyak digunakan untuk menyampaikan pesan keagamaan secara simbolis dan emosional. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan hubungan antara penggunaan diksi dan unsur retorika, yaitu logos sebanyak 23 pidato, pathos sebanyak 18 pidato, dan ethos sebanyak 9 pidato. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan diksi dalam ceramah memiliki peran penting dalam membangun kekuatan retorika dakwah sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami, dirasakan, dan diterima oleh audiens secara lebih efektif.
No other version available