Text
INTERAKSI SOSIAL DALAM BUKU CERITA ANAK-ANAK DWIBAHASA DI PROVINSI RIAU: STUDI SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi interaksi sosial anak dalam tiga lingkungan utama—keluarga, sekolah, dan masyarakat—yang terdapat dalam sepuluh buku cerita anak bilingual berdasarkan budaya Melayu lokal di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Data berupa satuan bahasa berupa dialog, narasi, dan tindakan tokoh yang merepresentasikan interaksi sosial anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan teknik membaca dan merekam, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara kontekstual dari perspektif sosiologi sastra. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sepuluh buku cerita anak berdasarkan budaya Melayu lokal, dapat disimpulkan bahwa representasi interaksi sosial anak yang paling dominan terjadi di lingkungan masyarakat (26 data), diikuti oleh lingkungan keluarga (17 data), sedangkan lingkungan sekolah tidak ditemukan secara eksplisit (0 data). Secara kuantitatif, bentuk-bentuk interaksi sosial yang ditemukan meliputi: kerja sama (9 data) sebagai pola yang paling dominan, akomodasi (4 data), persaingan (1 data), dan oposisi (4 data), sedangkan asimilasi (0 data) dan pelanggaran (0 data) tidak ditemukan secara eksplisit. Dominasi kerja sama menunjukkan nilai kuat dari kerja sama timbal balik, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif dalam budaya Melayu. Akomodasi berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik yang bersifat edukatif, sedangkan persaingan dan konflik hadir dalam tingkat terbatas dan selalu berakhir dengan rekonsiliasi atau pembelajaran moral. Dengan demikian, interaksi sosial dalam buku-buku ini mewakili struktur sosial yang integratif dan normatif. Konflik tidak diarahkan pada disorganisasi sosial, melainkan sebagai sarana untuk menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan kesadaran ekologis. Representasi ini menekankan bahwa pendidikan karakter dalam sastra anak berbasis budaya lokal Melayu Riau dibangun melalui dinamika sosial yang harmonis, musyawarah, dan kebersamaan. Berdasarkan hal ini, disarankan agar pengembangan sastra anak berbasis budaya lokal tetap mempertahankan kekuatan representasi nilai-nilai kolektivitas dan musyawarah, namun mulai menyajikan ruang sekolah secara lebih proporsional sebagai bagian dari ekosistem pendidikan karakter.
No other version available