Text
Hubungan Antara Pet Attachment Dengan Subjective Well-being Pada Pemilik Hewan Peliharaan Di Kota Pekanbaru
HUBUNGAN ANTARA PET ATTACHMENT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEMILIK HEWAN PELIHARAAN DI KOTA PEKANBARU PUTRI OKTAFIA YELENDRA 198110084 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM RIAU ABSTRAK Aktivitas memelihara hewan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Hewan peliharaan akan menimbulkan kelekatan hewan peliharaan (pet attachment) antara manusia dengan hewan peliharaan. Hal ini membuat individu merasa senang, bahagia, bermakna dan meningkatkan kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuihubungan antarapet attachmentdengansubjective well- being pada pemilik hewan peliharaan di Kota Pekanbaru. Sampel pada penelitian ini yaitu124 orang yang memiliki hewan peliharaan dan pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data pet attachment diukur menggunakan skala Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan subjective well-being diukur menggunakan skala Satisfaction With Life Scale dan Scale of Positive and Negative Experiences.Teknik analisis data menggunakan SEM dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan software smartPLS 3.0 M3. Berdasarkan hasil penelitian nilai koefisien jalur hubungan pet attachment dengan subjective well-being sebesar 0,567 dengan nilai p value 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 7,210. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pet attachment berhubungan secara positif dan signifikan terhadap subjective well-being, sehingga hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pet attachment maka semakin tinggi tingkat subjective well-being pada pemilik hewan peliharaan di Kota Pekanbaru, begitu juga sebaliknya.
No other version available