Text
Fenomenologi Penggunaan TikTok Dalam Literasi Digital Penyandang Tuli di Kota Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan media digital berbasis video seperti TikTok, yang menawarkan potensi inklusivitas ruang visual bagi penyandang Tuli, meskipun masih dihadapkan pada hambatan struktural konten audio-sentris. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif motif masa lalu (because-of motive), motif masa depan (in-order-to motive), pengalaman hidup (lived experience), serta pemaknaan literasi digital penyandang Tuli di Kota Pekanbaru dalam menggunakan platform TikTok. Menggunakan metode kualitatif deskriptif serta Teori fenomenologi Alfred Schutz dan Teori Literasi Digital Inklusif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga informan Tuli yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif masa lalu (because-of motive) para informan meliputi pengalaman eksklusi sosial di dunia nyata, keterbatasan akses media arus utama, serta preferensi cara berpikir visual (visual thinkers). Sementara itu, motif masa depan (in-order-to motive) berfokus pada upaya meningkatkan literasi digital kritis secara mandiri, membangun eksistensi dan personal branding, melakukan edukasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), serta mencari peluang ekonomi. Pengalaman langsung para informan terbagi ke dalam tiga dimensi utama, yaitu dimensi psikologis yang menandai transformasi kecanggungan menjadi kepercayaan diri, dimensi kognitif dalam bentuk strategi adaptif memahami pesan non-verbal, dan dimensi sosio- kultural yang merepresentasikan pergeseran peran dari penonton pasif menjadi produsen konten aktif. Pada akhirnya, penyandang Tuli memaknai literasi digital di TikTok bukan sekadar sebagai kecakapan teknis instrumental, melainkan sebagai jembatan pemecahan masalah komunikasi, adaptasi budaya visual yang selaras dengan struktur kognitif Tuli, serta instrumen agensi dan kuasa untuk merebut kedaulatan representasi diri mereka di ruang publik.
No other version available