Text
Gaya Bahasa pada Retorika Dedi Mulyadi Singgung Dirinya Disebut Mulyono Jilid II saat Pidato di Acara Hut Bank BJB
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan Dedi Mulyadi dalam pidato pada acara HUT Bank BJB saat menanggapi sebutan “Mulyono Jilid II”, serta menjelaskan kontribusi gaya bahasa tersebut dalam membangun retorika persuasif melalui ethos, pathos, dan logos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa tuturan dalam pidato Dedi Mulyadi yang diperoleh dari video pada kanal YouTube Kompas TV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan gaya bahasa serta unsur retorika yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 41 data yang terdiri atas 19 metafora, 8 personifikasi, 2 hiperbola, dan 12 ironi, sedangkan gaya bahasa perbandingan dan sinekdoke tidak ditemukan. Seluruh metafora dan personifikasi mengandung unsur pathos. Pada hiperbola ditemukan unsur ethos dan pathos, sedangkan ironi mengandung unsur ethos dan pathos. Unsur pathos merupakan strategi retorika yang paling dominan, sementara logos tidak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi lebih banyak memanfaatkan gaya bahasa untuk membangkitkan emosi, membangun kesadaran, serta menciptakan kedekatan emosional dengan audiens sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih persuasif dan mudah diterima.
No other version available