Text
Memetakan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Suciati "Meniti Asa" Melalui Sepuluh Kebajikan Esensial Thomas Lickona
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan nilai-nilai pendidikan karakter yang diwakili oleh novel Meniti Asa melalui kerangka sepuluh kebajikan esensial Thomas Lickora. Penelitian ini penting karena novel tersebut menggambarkan pergumulan moral remaja dalam kondisi kesulitan ekonomi, konflik keluarga, dan tekanan sosial, sehingga relevan dengan wacana pendidikan karakter kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Sumber data adalah novel Meniti Asa yang diterbitkan pada tahun 2021 oleh PT Inti Prima Aksara. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan hermeneutik yang meliputi membaca, mencatat, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian mengungkapkan 120 poin data yang mewakili nilai-nilai pendidikan karakter, yang terdiri dari kebijaksanaan, keadilan, ketabahan, pengendalian diri, kasih sayang, sikap positif, kerja keras, integritas, rasa syukur, dan kerendahan hati. Di antara nilai-nilai tersebut, ketabahan muncul sebagai kebajikan yang paling dominan, diikuti oleh kasih sayang dan sikap positif. Perkembangan moral Nayla mencerminkan ketahanan, empati, tanggung jawab, kematangan emosional, dan kesadaran diri sepanjang konflik yang dialaminya. Studi ini juga menunjukkan bahwa Meniti Asa memiliki temuan yang relevan secara pedagogis sebagai media sastra untuk memperkuat pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra. Oleh karena itu, novel ini tidak hanya berkontribusi sebagai hiburan sastra tetapi juga sebagai sumber pembelajaran moral yang bermakna dalam konteks pendidikan.
No other version available